Senin, 16 Maret 2009

Dapur Ingolstadt




Ini dia dapur mama pipit, disini lah aku berkreasi dan berexplorasi dengan semua yang berhubungan dengan urusan perut. Dari mulai masakan,kue-kue,cemilan sampai rujak asinan. Tidak terbayang dari dulu kalau akan menjadi full mommy dan housewife, aku fikir akan berkarir sampai titik penghabisan (baca:General Manager) heheheh..ternyata jadi Supervissor pun masih jauuuuhhh sekali, dan berakhirlah di Ingolstadt ini menyatu dengan dapur dan rumah tangga. Padahal waktu masih bujangan (cieee…) ,aku gak suka masak loh…tapi suka banget sama yang namanya bikin kue dan cake, secara masakan mama udah enak banget dan jamannya ngekost masih bisa makan warteg,padang atau nasi/mie goring sekedar nya. Tapi benar sekali pepatah bilang..bisa karena biasa dan bisa karena dipaksa, akhirnya karena terpaksa jadi bisa masak dan karena bisa jadinya biasa masak…
Kalau ditanya enak yang mana jadi ngantoran atau rumahan, Alhamdulillah aku menikmati banget jadi mommy rumahan seperti ini. Bisa urus Ibrahim dan OnLine terus di bloger. Kepengen-nya kalau Allah terus memberikan rezeki ini, kepengen banget tetep jadi mommy-nya Ibrahim dan 3 orang adik-adiknya (Amin) serta nemenin Ood sampai tua (Amin lagi).

1 komentar:

Sari mengatakan...

aduh fit, liat ovenmu yang gede itu, jadi tambah pengen. dari dulu udah pengen tapi belum kesampean....